WISDOM

UNTUK APA BEKERJA?

Dalam kehidupan kita, kita menghabiskan sekitar 150,000 jam dengan bekerja. Itu berarti sekitar 40 persen hidup kita, kita habiskan untuk bekerja. Pekerjaan mendominasi hidup kita. Pekerjaan mengidentifikasi hidup kita. Apa kehendak Tuhan dalam pekerjaan kita? Apa yang firman Tuhan katakan tentang pekerjaan?

Apakah yang sesungguhnya diperoleh orang untuk segala jerih payahnya? | Pengkotbah 3:9 (FAYH)

Pengkotbah mempertanyakan tujuan bekerja. Beberapa orang menganggap bekerja adalah hukuman dari Tuhan, tapi sebenarnya tidak. Memang Adam diusir dari taman Eden dan harus bekerja karena dosanya, tapi bahkan sebelum dosa masuk ke dunia, Tuhan punya pekerjaan untuk manusia. 

Kemudian TUHAN Allah menempatkan manusia itu di taman Eden untuk mengerjakan dan memelihara taman itu. | Kejadian 2:15 (BIS)

Jadi Tuhan sudah memberikan pekerjaan pada manusia sebelum dosa. Hasil dari dosa bukanlah bekerja, tapi bekerja lebih berat dan banyak kekecewaan.

work-1.jpg

Tuhan punya pekerjaan untuk kita di surga. Itu adalah pekerjaan yang baik.

Jika kita ditanya kenapa kita bekerja, apakah jawaban kita? Untuk pensiun? Untuk menikmati hidup? Banyak orang yang menghabiskan hidup mereka dengan melakukan pekerjaan yang tidak mau mereka lakukan supaya di kemudian hari mereka bisa melakukan sesuatu yang mau mereka lakukan.

Bekerja harus menjadi sebaliknya. Kita bekerja bukan untuk pensiun sehingga kita bisa menikmati dan melakukan apa yang mau kita lakukan. Kita seharusnya melakukan apa yang mau kita lakukan saat ini juga mumpung kita masih memiliki energi, kesehatan fisik, dan tenaga terbaik kita. Pasti ada tujuan bekerja yang lebih baik daripada pensiun dan Alkitab mengajarkan itu.

6 TUJUAN BEKERJA


1. KEHARUSAN : MENCUKUPI KEBUTUHAN

Tujuan bekerja adalah untuk bertahan hidup, supaya kebutuhan kita dipenuhi.

Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan. | Amsal 12:11

Bukan hanya kita harus menyediakan untuk diri kita, tapi kita juga harus dapat menyediakan untuk keluarga kita sendiri. Itu adalah tanggung jawab kita.

Tetapi kalau ada orang yang tidak memelihara sanak saudaranya, lebih-lebih keluarganya sendiri, orang itu menyangkal kepercayaannya; ia lebih buruk dari orang yang tidak percaya. | 1 Timotius 5:8 (BIS)

Darimana orang bisa mendapat ide bahwa kalau tidak mau berkeja, janganlah makan? Dari Alkitab.

Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. | 2 Tesalonika 3:10

2016_02_24.jpg

Bagaimana jika semua kebutuhan kita sudah tercukupi? Apakah kita harus berhenti bekerja? Tidak. Karena masih ada 5 tujuan bekerja lain yang Tuhan taruh dalam hidup kita. Kita tidak bebas untuk tidak melakukan apa-apa hanya karena semua kebutuhan kita sudah tercukupi.

Orang malas menginginkan banyak tetapi memperoleh sedikit, tetapi orang rajin menikmati kemakmuran. | Amsal 13:4 (FAYH)

Tuhan tidak melawan kemakmuran. Tuhan melawan keegoisan dan keserakahan.

Bahkan banyak orang kudus di Alkitab yang hidupnya makmur (Ayub, Yusuf, Musa, Abraham, dan masih banyak lagi). Tuhan malah menggunakan orang-orang kaya yang memiliki banyak keuntungan dari apa yang mereka kerjakan. Alkitab banyak dipenuhi  prinsip-prinsip untuk kesuksesan.


2. IDENTITAS : MENGEKSPRESIKAN TALENTA

Tuhan mau kita bekerja supaya kita bisa mengekspresikan apa yang Tuhan ingin kita lakukan saat menciptakan kita. Itu berarti pekerjaan terbaik kita adalah pekerjaan yang mengekspresikan talenta kita. Beberapa dari kita tidak di dalam pekerjaan itu.

Beberapa dari kita pintar dengan angka dan matematika, beberapa dari kita tidak. Beberapa dari kita pintar dengan kata-kata, tulisan, dan menciptakan sesuatu. Beberapa dari kita pintar dengan kekuatan fisik dan kelenturan. Kita mungkin pintar dengan hal-hal mekanis. Kita mungkin pintar dengan empati. Kita bisa memperhatikan orang lain. Kita mungkin mudah dekat dengan anak-anak. Kita mungkin secara alami sangat teratur dan rapi.

Kita butuh orang melakukan hal-hal berbeda supaya semuanya bisa dilakukan. Kita hanya butuh satu orang seperti kita di dunia. Itu sudah cukup. Dan dengan keberadaan kita, dunia ini menjadi sesuatu yang unik dan indah.

Bagaimana kita tahu jika pekerjaan kita adalah untuk kita? Saat kita berhasil dan puas. Kita pintar di dalamnya dan kita senang dengannya.

Jika kita tidak terlalu berhasil dan tidak puas dengan pekerjaan kita, kita sedang berada dalam pekerjaan yang salah. Kita harus mencari pekerjaan lain walaupun mesti pindah ke lain tempat supaya kita bisa menemukan arti dalam pekerjaan kita. Meski kita harus menurunkan standar kita (mendapat penghasilan lebih sedikit), kita tetap harus lebih memilih arti dalam pekerjaan.

Tuhan memberikan kita talenta, tapi kita terlalu sibuk mencari uang.

Kalian masing-masing sudah menerima pemberian-pemberian yang berbeda-beda dari Allah. Sebab itu sebagai pengelola yang baik dari pemberian-pemberian Allah, hendaklah kalian menggunakan kemampuan itu untuk kepentingan bersama. | 1 Petrus 4:10 (BIS)
do-what-you-love-white.png

Ketika kita mengerjakan apa yang menjadi tujuan kita diciptakan, kita merasa baik dan berhasil.

Tidak apa untuk merasa baik dan bangga saat kita berhasil dalam pekerjaan kita selama kita tidak membanding-bandingkannya dengan orang lain. Karena saat kita mulai membanding-bandingkan, kita menjadi berdosa. 

Setiap orang harus memeriksa sendiri apakah kelakuannya baik atau tidak. Kalau baik, ia boleh merasa bangga atas hal itu. Tetapi tidak usah ia membandingkannya dengan apa yang dilakukan orang lain. | Galatia 6:4 (BIS)

Banyak orang lebih depresi terutama anak muda dan muda dewasa karena mereka memiliki lebih banyak waktu bebas dalam hidup mereka. Waktu bebas adalah sesuatu yang baik tapi kita tidak harus menghabiskan hidup kita dalam waktu bebas. Kita harus bekerja dan melakukan hal lainnya. Jika kita hidup dengan waktu bebas, hidup kita akan kekurangan tujuan dan arti. Saat hidup kita kekurangan tujuan dan arti, kita menjadi depresi.

Kita diciptakan bukan untuk tidak melakukan apa-apa. Kita diciptakan untuk membuat hidup kita berarti.

Kita menjadi bahagia saat kita menggunakan talenta yang Tuhan berikan untuk sesuatu yang lebih besar dari kita, yang memberi arti pada kita. Yang lebih besar dan memberi arti adalah Kerajaan Allah, gereja Tuhan. Dia sedang menciptakan keluarga yang akan bertahan sampai selamanya.

Kita tidak mau menyiakan hidup kita, tapi kita mau membuat sisa hidup kita menjadi hidup terbaik.


3. KEDEWASAAN : MENGEMBANGKAN KARAKTER

Tempat kerja kita adalah lapangan ujian untuk kita supaya mengembangkan karakter. Tuhan bisa menggunakan atasan atau tempat kerja yang tidak menyenangkan supaya kita bisa belajar kesabaran, kebaikan, dan kasih. Tempat kerja menjadi tempat dimana kita bisa menabur benih buah roh.

Seumur hidup kita bekerja, memeras keringat. Tetapi, mana hasilnya yang dapat kita banggakan? | Pengkotbah 1:3

Jawabannya adalah karakter. Kehidupan adalah persiapan untuk kekekalan dan Tuhan sedang mengasah karakter kita di dunia untuk kita bawa ke kekekalan. Kita akan membawa karakter kita ke kekekalan. Dia sedang menguji kesetiaan kita. Apakah kita tetap setia dalam perkara kecil di pekerjaan kita? Apakah kita bisa dipercaya?

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? | Lukas 16:10-12

building-character.jpg

Yusuf diberikan visi dan mimpi oleh Tuhan untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat. Tapi dia harus menunggu 40 tahun dalam perbudakan. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya dalam penjara. Kesetiaan dan integritasnya diuji pada saat itu sampai akhirnya Tuhan membawanya keluar pada waktunya.

Hal terpenting adalah saat kita pulang ke rumah dari kerja yang kita bawa bukanlah cek atau uang kita, tapi kita.

Itu adalah siapa kita menjadi. Pertanyaan yang harus kita tanyakan saat kita sedang ingin mencoba suatu pekerjaan yang baru bukanlah apa yang akan kita hasilkan, tapi akan menjadi apakah kita.

Tujuan kita adalah supaya kita bisa mendengar Yesus mengatakan ini kepada kita secara langsung: 

Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. | Matius 25:21


4. KREDIBILITAS : MENYAKSIKAN KE ORANG LAIN

Hendaklah kalian bekerja mencari nafkah sendiri, sebagaimana kami dahulu sudah perintahkan kepadamu. Kalau kalian hidup demikian, kalian tidak bergantung kepada siapapun juga, dan orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus, akan menghormati kalian. | 1 Tesalonika 4:11-12 (BIS)

credibility.

Kredibilitas berarti dapat dipercaya. Kita harus punya kredibilitas dan bisa menyaksikan Kristus di tempat kerja. Orang-orang bisa melihat karakter Kristus berkembang dalam diri kita sehingga kita memiliki kesempatan untuk membagikan Yesus kepada orang lain. Kita adalah Alkitab berjalan.

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. | Matius 5:16

testify

Orang-orang bisa mempertanyakan bagaimana kita bisa memiliki kesabaran dan begitu penuh pengampunan, kasih, dan integritas. Itulah saat dimana kita bisa menyaksikan Kristus.

Hendaklah segala ucapan dan perbuatan Saudara layak mewakili Tuhan Yesus. | Kolose 3:17 (FAYH)


5. AMAL : MEMBANTU YANG LAIN

Orang-orang mau pensiun dini. Mereka bekerja lebih keras supaya mereka tidak harus bekerja lagi secepat mungkin. Tapi Tuhan mau supaya kita tetap bekerja meski kita sudah pensiun. Dia mau kita untuk tujuan yang lebih tinggi. Kita bekerja untuk Kerajaan Allah.

Tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. | Efesus 4:28

Ada orang yang sangat pintar dalam membuat deal. Apa saja yang dia kerjakan selalu menghasilkan dan dia masih membuat deal saat berusia 90 tahun. Kenapa? Ada dua alasan. Yang pertama karena dia melakukan itu sesuai dengan talentanya, dia diciptakan untuk itu. Yang kedua karena dia sedang membiayai bank makanan di gereja seluruh Amerika. Dia hanya mengubahkan untuk apa dia bekerja.

Do your giving while you’re living. Then you’ll be knowing where it’s going.

Memberilah selama kita hidup maka kita akan tahu kemana pemberian kita pergi.

Jika kita mau berkat Tuhan dalam pekerjaan dan usaha kita, belajarlah bermurah hati. Kenapa? Karena Tuhan sedang mencari orang untuk diberkati dan Dia mau kita menjadi seperti-Nya. Dia murah hati. Dia memberikan segalanya untuk kita dan dia mau kita menjadi seperti Dia.

Orang yang banyak memberi akan berkelimpahan, orang yang suka menolong akan ditolong juga. | Amsal 11:25 (BIS)

Charity-Photo.jpg

Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan. | Ulangan 8:18

Kita terus bekerja supaya bisa membantu orang lain.

Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima? | Kisah Para Rasul 20:35


6. KEKEKALAN : MEMBANGUN KERAJAAN ALLAH

Kita bisa menggunakan pekerjaan untuk kemuliaan Tuhan. Bagaimana caranya? Dengan menyebarkan kabar baik. Para pebisnis membantu orang-orang miskin supaya bisa naik taraf hidupnya sehingga bisa menjadi berkat untuk mereka.

image-459944-mmo_panoV9-crpc-459944.jpg

Seorang CEO Adidas, Erich Staminger, mengalami perubahan hidup saat bertobat. Dia datang ke gereja dan bertemu dengan gembala sidangnya. Dia bertanya apakah dia harus berhenti menjadi CEO dan menjadi seorang pendeta karena hidupnya telah diubahkan. Gembala sidang itu langsung berkata tidak. Gembala itu menunjukkan bagaimana menggunakan pekerjaannya untuk kerajaan Allah.

Ada sekitar 25,000 karyawan yang bekerja untuk Adidas. Itu adalah sebuah gereja yang besar. Mulai berkumpul bersama sesama orang kristen dalam timnya dan berdoalah bagi mereka. Mulailah taruh prinsip kekristenan dalam sistem kerja. Kemudian CEO itu bisa mulai mempengaruhi para musisi, atlet, selebriti, dan orang-orang lain di media. Adidas pasti memiliki endorsement. Sebut saja mereka meng-endorse David Beckham. Lain kali bertemu dengan dia, duduklah bersamanya dan bertemanlah dengan mereka dan adalah untuk mereka. Kemudian tunggulah karena masalah akan datang dan Tuhan bisa membawa selebriti itu datang kepada Tuhan melalui kita.

Dalam era ekonomi global ini, para misionaris adalah para pebisnis dan pekerja.

Banyak pendeta yang dilarang masuk ke dalam suatu negara. Tapi sebagai pebisnis dan pekerja, kita bisa masuk kemana saja. Kita semua adalah misionaris Tuhan, pembangun kerajaan Allah. Kita membangun sesuatu yang akan bertahan sampai selamanya.

Ada banyak suku yang masih beum memiliki Injil dan ada gereja-gereja yang berusaha untuk masuk ke mereka. Mereka berusaha mencapai mereka supaya semua orang bisa mengenal Kristus. Kita bisa membantu mereka dengan uang kita. Kita bisa membantu menyumbangkan uang untuk pelayanan mereka.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. | Matius 6:33 (BIS)

Carilah dahulu Kerajaan Allah, lebih dari bisnis kita. Kita butuh apa? Itu adalah hal kedua yang akan ditambahkan setelah kita mencari hal yang pertama lebih dahulu.

Kami tahu, bahwa Allah yang telah membangkitkan Tuhan Yesus dari kematian, juga akan membangkitkan kami. Makin banyak dari Saudara sekalian yang mengenal Kristus, makin banyak pula orang yang mengucap syukur kepada-Nya untuk kebaikan-Nya yang berlimpah-limpah itu, dan Tuhan makin dimuliakan. | 2 Korintus 4:14-15 (BIS)

blues-brothers1

Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga. | Matius 6:20

Kita bisa mengumpulkan harta di surga yang kekal dimana tidak bisa rusak dan tidak bisa dicuri. Itu investasi terbaik kita. Kita bisa menginvestasikan itu hanya dengan berinvestasi pada orang-orang yang masuk ke surga karena kita.


Apakah kita akan menjadi pembangun kekayaan ataukah pembangun Kerajaan?

Mungkin kita berpikir pekerjaan kita tidak sepenting itu. Tapi apapun yang kita kerjakan, pekerjaan kita jauh memiliki arti dari hanya sekedar keharusan. Ada identitas, pendewasaan, kredibilitas, amal, dan makna kekekalan di balik pekerjaan kita. Kita bisa menghabiskan hidup kita atau menginvestasikan hidup kita untuk kekekalan nanti.

kingdom-builder-1-1024x768

Suatu saat nanti Tuhan akan melakukan audit atas kita.

Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. | 1 Korintus 3:13-15

Ini tidak ada hubungan dengan keselamatan. Kita sudah di surga, tapi kita kehilangan hadiah kita. Pekerjaan kita memiliki arti jauh lebih dalam dari hanya makanan di atas meja.


Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. | 1 Korintus 3:14

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s