WISDOM

HIDUP BERINTEGRITAS

Sebagai pengikut Kristus, kita harus memiliki integritas di dalam hidup kita. Integritas yang kita miliki merupakan suatu kualitas di dalam hidup kita. Kualitas hidup yang baik mencerminkan identitas kita yang baik. Kita harus mencerminkan identitas sebagai anak Kristus.

Kalau kita percaya dan mengenal siapa Tuhan kita dan kita mengaku sebagai anak-Nya, pengikut-Nya, kita juga harus hidup sama seperti Kristus hidup.

Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” | 1 Yohanes 2:6


Apa yang dimaksud dengan integritas?

Integritas merupakan adanya kesatuan antara kepercayaan, perkataan dan perbuatan.

Itu berarti apa yang kita percaya tidak berbeda dengan perkataan dan perbuatan kita. Jika kita percaya pada Yesus dan semua yang dipercayai Yesus, maka dalam perkataan dan pertindakan kita akan mencerminkan Yesus juga.

integrity.jpg

Tidak ada pemisahan dalam integritas. Kita berlaku dan berkata-kata sama di gereja, tempat kerja, keluarga, kehidupan sosial, dan dimanapun kita berada. Ada orang yang pada hari Minggu terlihat begitu kudus, tapi pada hari biasa perkataan dan perbuatannya tidak seperti yang dipercayai orang itu. Itu bukanlah integritas.


KEPERCAYAAN

Dalam berintegritas, kepercayaan adalah suatu dasar yang harus kita pegang.

Dasar kepercayaan itu adalah percaya akan Firman Tuhan.

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. | Yohanes 1:1

2000px-Belief_Venn_diagram.svg_.png

Dikatakan Firman itu adalah Allah. Saat kita percaya kepada Firman Tuhan, kita juga sedang mempercayai Allah. Kita percaya akan apa yang dikatakan dan apa yg diperbuat-Nya.

Lewat Firman Tuhan, kita menjadi lebih mengenal siapa Tuhan kita. Lewat perbuatan-Nya, kita menjadi tahu karakter Tuhan kita. Lewat perkataanNya, kita menjadi tahu apa yang menjadi perintah dan larangan-Nya. Apa yang boleh kita perbuat dan tidak. Dan kita juga tahu apa hukumannya.


PERKATAAN

Berintegritas dalam perkataan berarti dapat menjaga perkataan yang diucapkannya.

Mulut orang benar mengeluarkan hikmat, tetapi lidah bercabang akan dikerat. | Amsal 10:31

Orang yang berintegritas suka mengatakan hal yang benar sesuai dengan Firman Tuhan. Dan ucapan yang diucapkannya itu bukan ucapan yg sia-sia tetapi ucapan yang membangun, mendidik, dan jujur.

Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata. | Amsal 12:19

Kita sebagai anak Tuhan harus berani untuk memperkatakan hal-hal yang benar tanpa memikirkan resiko yang akan kita terima. Apa yang kita ucapkan tentang apa yang benar, tidak akan pernah sia-sia.

wordofmouth-image.png

Orang yang berintegritas, orang yang berani berkata “TIDAK” untuk menolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan.

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. | Efesus 4:29


PERBUATAN

Selain kepercayaan dan perkataan, dalam berintegritas juga harus disertai dengan perbuatan yang benar.

Perbuatan yang benar adalah perbuatan yg sesuai dengan kehendak Allah.

Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah. | Yoh 3:20-21

6361858713207237582018447007_action.jpg

Orang yang berbuat jahat biasanya akan merasa takut atas apa yang diperbuatnya. Tetapi, orang yang berbuat benar, tidak akan pernah merasa takut dan tidak ada yang ditutupi (transparan), karena apa yang diperbuatnya benar sesuai dengan kehendak Allah.

Kalu kita berkata kita anak Tuhan, perbuatan kita harus mencerminkan siapa Tuhan kita. Tuhan kita adalah Tuhan yang benar dalam perbuatan-Nya. Kitapun harus bertindak benar dalam perbuatan kita.


CIRI-CIRI PRIBADI YANG BERINTEGRITAS

1. DAPAT DIPERCAYA

Orang dapat dipercaya karena apa yang diperbuatnya itu benar. Kepercayaan itu susah untuk kita dapati dan kita tidak bisa memaksa orang lain untuk percaya kepada kita. Tetapi, lewat perkataan dan perbuatan kita yang benar, maka dengan sendirinya orang akan percaya dengan kita.

Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai. | Ibrani 2:17-18

ed09aee87fe6cb954d16cddb5472-are-most-people-trustworthy.jpg

Dalam hidup-Nya, Yesus mengalami banyak cobaan, tetapi Ia mampu melewati setiap cobaan yang ada. Cobaan yang sudah dilewati Yesus membuktikan Yesus merupakan sosok yang dapat dipercaya. Bahkan, Allahpun mempercayai Yesus untuk menyelematkan setiap manusia dari dosanya.


2. SUKA DENGAN HAL YANG BENAR

Orang seperti ini, tidak suka dengan kebohongan. Apa yang dilakukannya selalu berdasarkan dengan Firman Tuhan. Walaupun yang dilakukannya tidak menyenangkan, tapi ia akan tetap melakukan apa yang menurutnya benar sesuai dengan kehendak Allah.  Orang yang berani melakukan kebenaran tidak memikirkan apa kata orang tentang dirinya yang bertolak belakang dengannya.

Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” | Matius 22:17-21

truth-in-love.jpg

Yesus merupakan pribadi yang benar, apa yang disukanya adalah hal kebenaran. Contohnya dalam hal pembayaran pajak, Yesus mau kita berlaku benar. Dia berkata, “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Yesus mau kita tidak berlaku curang dalam hal pembayaran pajak. Apa yang wajib untuk kita berikan, kita harus berikan.


3. BERTANGGUNG JAWAB

Orang yg bertanggung jawab akan melakukan pekerjaannya dengan sebaik mungkin.

Orang yang berintegritas bukan berarti orang itu sempurna. Tapi saat salah dia tidak pernah lari dari masalahnya. Dia akan mengakui kesalahannya dan memperbaikinya. Bertanggung jawab juga berarti berani mengambil resiko untuk melakukan apa yang benar.

smallthings_standard

“Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.” | Yohanes 6:38-39

Dalam ayat ini, Yesus bertanggung jawab akan apa yang Bapa kehendaki untuk Dia lakukan bahkan Dia menjaga apa yang sudah Bapa berikan kepada-Nya sampai pada akhir zaman.


4. BERKOMITMEN

Komitmen adalah suatu janji yang terwujud dalam sebuah tindakan. Orang yg berkomitmen adalah orang yang mampu menepati janji itu sampai akhir.

Apa yang dilakukannya itu perlu pengorbanan. Saat kita berkomitmen, kita akan melakukan itu terus menerus tanpa memandang waktu atau situasi tertentu aja. Apa yang kita komitmen kan itu harus kita terapkan sepanjang hidup kita.

AAEAAQAAAAAAAAnGAAAAJDY5YTIwMWQ1LWFmNDAtNDY2MS1iYjQ3LTExY2NjMTAyNDcwMQ.jpg

Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. | Yohanes 14:18

Yesus berkomitmen untuk tidak meninggalkan kita sebagai yatim piatu. Saat Yesus berkomitmen, Dia tidak hanya berkomitmen saja tapi Dia buktikan komitmen-Nya itu dengan kedatangan-Nya kembali.


5. KONSISTEN

Konsisten itu bersifat tetap tidak berubah-ubah tapi menuju hal yg lebih baik atau menuju tujuan yang ditetapkan. Sebagai orang yang konsisten, kita harus memiliki prinsip yang kuat dan tidak mudah digoyahkan. Orang yang konsisten tidak akan ragu-ragu dalam melakukan apa yang benar.

Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya. | 2 Timotius 2:13

ConsistencyKey1-300x300.png

Kesetiaan Yesus menunjukan Dia pribadi yang konsisten. Saat kita menjauh dan tidak setia kepada-Nya, Dia tetap setia kepada kita. Dia tidak pernah meninggalkan kita.


Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” | 1 Yohanes 2:6

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s